Bumi ini ditinggali oleh berbagai bentuk makhluk hidup yang memiliki peran masing-masing untuk merawatnya, salah satunya bakteri. Untuk merawat ekosistem, kerja bersama selalu menjadi fondasi dasar dalam mencapai keberhasilan. Di dunia bakteri, sosio-mikrobiologi menjadi kunci komunikasi mikroba untuk melakukan kerja kolektif, yaitu Quorum sensing.
Di masa lampau bakteri diyakini sebagai makluk uniseluler yang bekerja secara sederhana. Namun fakta mengungkap kemampuan bakteri untuk bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan tertentu atau bertahan hidup. Quorum sensing merupakan proses komunikasi antar sel bakteri untuk melakukan koordinasi dalam melaksanakan perilaku kolektif. Istilah quorum sensing diambil dari istilah di dunia sosial politik yaitu aturan legislatif yang mensyaratkan jumlah minimum peserta (kuorum) yang hadir dalam suatu rapat supaya keputusan yang disepakati dapat diselesaikan atau dianggap sah.
