Senin (6/04) Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM mengadakan pembukaan Pelatihan Auditor Lingkungan Angkatan ke-35 yang dilaksanakan pada tangga 6 – 11 April 2026 dan merupakan Pelatihan offline pertama yang diadakan oleh PSLH UGM di awal tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang kelas lantai 3 PSLH UGM, pelatihan yang diikuti oleh 37 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah dan non pemerintah serta dari perusahaan swasta dari berbagai wilayah, pelatihan tersebut dibuka oleh Koordinator Pelatihan yaitu Dr. Endang Astuti, M.Si
Syawalan Keluarga Besar Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM
Kamis (2/04) pukul 13.00 WIB Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM mengadakan kegiatan Syawalan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Hal ini sebagai komitmen PSLH UGM dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) ke SDGs ke-17, yaitu ‘Kemitraan untuk Mencapai Tujuan’.
Dalam kegiatan syawalan tersebut Prof. Kamal selaku Caretaker Kepala PSLH UGM memberikan pembukaan dan sambutan untuk mengawali acara syawalan tersebut. Kegiatan Syawalan tersebut mengundang seluruh pengelola dan staf, serta pengajar, peneliti dan purna tugas Pusat Studi Lingkungan Hidup, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi. Kegiatan syawalan diawali dengan makan siang bersama kemudian acara pengajian dilanjut dengan halal-bihalal lalu diakhiri dengan foto bersama. Acara syawalan berlangsung dengan lancar dan hangat.
Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang hidup berdampingan dengan bencana. Dari Sabang hingga Merauke, hampir tidak ada wilayah yang sepenuhnya bebas dari bahaya alam. Gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan erosi pantai adalah bagian dari dinamika geologis dan ekologis yang melekat pada lanskap kepulauan ini. Negara Indonesia terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik, yang menempatkan wilayah tersebut di Cincin Api Pasifik. Cuaca tropis, yang membawa curah hujan tinggi, bersama dengan perubahan penggunaan lahan skala besar, mengakibatkan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya terjadi lebih banyak bencana, tetapi juga menjadi lebih intens. Pola bencana ini, yang dulunya terjadi setiap lima atau sepuluh tahun, sekarang terjadi setiap tahun. Tanah longsor, yang dulunya merupakan kejadian langka, kini telah menjadi kejadian umum. Naiknya air perlahan-lahan menghancurkan lahan di daerah pesisir dan merenggut rumah-rumah serta membuat masa depan masyarakat menjadi tidak pasti.
Bumi ini ditinggali oleh berbagai bentuk makhluk hidup yang memiliki peran masing-masing untuk merawatnya, salah satunya bakteri. Untuk merawat ekosistem, kerja bersama selalu menjadi fondasi dasar dalam mencapai keberhasilan. Di dunia bakteri, sosio-mikrobiologi menjadi kunci komunikasi mikroba untuk melakukan kerja kolektif, yaitu Quorum sensing.
Di masa lampau bakteri diyakini sebagai makluk uniseluler yang bekerja secara sederhana. Namun fakta mengungkap kemampuan bakteri untuk bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan tertentu atau bertahan hidup. Quorum sensing merupakan proses komunikasi antar sel bakteri untuk melakukan koordinasi dalam melaksanakan perilaku kolektif. Istilah quorum sensing diambil dari istilah di dunia sosial politik yaitu aturan legislatif yang mensyaratkan jumlah minimum peserta (kuorum) yang hadir dalam suatu rapat supaya keputusan yang disepakati dapat diselesaikan atau dianggap sah.
Untuk pendaftaran, silahkan klik >> Form Pendaftaran
Kamis, 11 Desember 2025, Pusat Studi Lingkungan Hidup mengadakan Webinar Urun Rembug Manusia dan Lingkungan dengan tema “Ancaman Krisis Ekologi di Sebayang Pembangunan” yang dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Gedung Sugeng Martopo dan melalui Zoom Meeting serta live streaming Youtube.
Seminar dilaksanakan dalam dua sesi, Mendatangkan narasumber yang ahli di bidang Lingkungan dan sumber daya alam yaitu Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si selaku Kepala PSLH UGM periode 2024-2025, Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno, M.T selaku Guru Besar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Yogyakarta, Prof. Hitoshi Ushijima, Ph.D selaku Guru Besar Chuo University Tokyo Japan dan Dr. Suharman, M.Si selaku Ahli Senior AMDAL PSLH UGM, acara Webinar tersebut dimulai sejak pukul 13.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 3 jam yang di moderatori oleh Dr. Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum., LL.M..
Senin (11/08) Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM mengadakan pembukaan Pelatihan Penyusun Amdal Bauran Angkatan ke-92 yang dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus – 4 September 2025 yang dilaksanakan secara offline dan online dan merupakan Pelatihan Bauran pertama yang diadakan oleh PSLH UGM. Kegiatan pelatihan yang offline dilaksanakan di Ruang kelas lantai 3 PSLH UGM pada tanggal 19 Agustus – 4 September 2025 dan yang online secara Zoom Meeting pada tanggal 11-16 September 2025, pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari individu, instansi pemerintah dan non pemerintah serta dari perusahaan swasta dan dari berbagai wilayah, pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala PSLH UGM yaitu Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si.
