Rabu (15/04) pukul 09.00 WIB Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM mendapat kunjungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang bergerak di bidang gizi dan ketahanan pangan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Fokus utamanya meliputi perbaikan gizi masyarakat (terutama anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan), penanganan stunting, edukasi pola makan sehat, penguatan program pangan bergizi dan koordinasi kebijakan gizi nasional. BGN juga dikenal sebagai lembaga yang mendukung program seperti penyediaan makanan bergizi seperti misalnya program makan siang gratis di sekolah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.
Penelitian
Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang hidup berdampingan dengan bencana. Dari Sabang hingga Merauke, hampir tidak ada wilayah yang sepenuhnya bebas dari bahaya alam. Gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan erosi pantai adalah bagian dari dinamika geologis dan ekologis yang melekat pada lanskap kepulauan ini. Negara Indonesia terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik, yang menempatkan wilayah tersebut di Cincin Api Pasifik. Cuaca tropis, yang membawa curah hujan tinggi, bersama dengan perubahan penggunaan lahan skala besar, mengakibatkan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya terjadi lebih banyak bencana, tetapi juga menjadi lebih intens. Pola bencana ini, yang dulunya terjadi setiap lima atau sepuluh tahun, sekarang terjadi setiap tahun. Tanah longsor, yang dulunya merupakan kejadian langka, kini telah menjadi kejadian umum. Naiknya air perlahan-lahan menghancurkan lahan di daerah pesisir dan merenggut rumah-rumah serta membuat masa depan masyarakat menjadi tidak pasti.
Bumi ini ditinggali oleh berbagai bentuk makhluk hidup yang memiliki peran masing-masing untuk merawatnya, salah satunya bakteri. Untuk merawat ekosistem, kerja bersama selalu menjadi fondasi dasar dalam mencapai keberhasilan. Di dunia bakteri, sosio-mikrobiologi menjadi kunci komunikasi mikroba untuk melakukan kerja kolektif, yaitu Quorum sensing.
Di masa lampau bakteri diyakini sebagai makluk uniseluler yang bekerja secara sederhana. Namun fakta mengungkap kemampuan bakteri untuk bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan tertentu atau bertahan hidup. Quorum sensing merupakan proses komunikasi antar sel bakteri untuk melakukan koordinasi dalam melaksanakan perilaku kolektif. Istilah quorum sensing diambil dari istilah di dunia sosial politik yaitu aturan legislatif yang mensyaratkan jumlah minimum peserta (kuorum) yang hadir dalam suatu rapat supaya keputusan yang disepakati dapat diselesaikan atau dianggap sah.
Kamis, 11 Desember 2025, Pusat Studi Lingkungan Hidup mengadakan Webinar Urun Rembug Manusia dan Lingkungan dengan tema “Ancaman Krisis Ekologi di Sebayang Pembangunan” yang dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Gedung Sugeng Martopo dan melalui Zoom Meeting serta live streaming Youtube.
Seminar dilaksanakan dalam dua sesi, Mendatangkan narasumber yang ahli di bidang Lingkungan dan sumber daya alam yaitu Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si selaku Kepala PSLH UGM periode 2024-2025, Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno, M.T selaku Guru Besar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Yogyakarta, Prof. Hitoshi Ushijima, Ph.D selaku Guru Besar Chuo University Tokyo Japan dan Dr. Suharman, M.Si selaku Ahli Senior AMDAL PSLH UGM, acara Webinar tersebut dimulai sejak pukul 13.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 3 jam yang di moderatori oleh Dr. Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum., LL.M..
Rabu (13/08) Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM diminta sebagai Narasumber dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pengelolaan Limba B3) Usaha Jasa Pariwisata di Kota Yogyakarta yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. DLH Kota Yogyakarta mengundang Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH UGM) yang diwakili oleh Bapak Dr. Deni Pranowo, M.Si selaku tenaga ahli dari PSLH UGM. Hal ini sebagai komitmen PSLH UGM dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) ke SDGs ke-4, yaitu ‘Pendidikan Bermutu’ dalam hal ini melalui “Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pengelolaan Limba B3) Usaha Jasa Pariwisata”.
Jumat (4/07) Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM di undang sebagai Narasumber dalam acara Talkshow Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup yang diadakan oleh Perkemahan Wirakarya DIY Tahun 2025 di Kampung Pramuka Sokorojo Desa Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Perkemahan Wirakarya DIY mengundang Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH UGM) yang diwakili oleh Bapak Iqmal Thahir, M.Si selaku tenaga ahli dari PSLH UGM. Aacara ini berlangsung selama Hal ini sebagai komitmen PSLH UGM dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) ke SDGs ke-4, yaitu ‘Pendidikan Bermutu’ dalam hal ini melalui “Talkshow Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup”.
Sabtu (12/07) pukul 09.00 Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM di undang sebagai Narasumber dalam acara Sosialisasi Pemilihan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah oleh KKN-PPM UGM Suluh Buayan 2025, KKN-PPM UGM Suluh Buayan melaksanakan KKN di Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. KKN-PPM UGM mengundang Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH UGM) yang diwakili oleh Bapak Iqmal Thahir, M.Si selaku tenaga ahli dari PSLH UGM. Hal ini sebagai komitmen PSLH UGM dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) ke SDGs ke-4, yaitu ‘Pendidikan Bermutu’ dalam hal ini melalui “Sosialisasi kepada masyarakat terkait pemilihan dan pemanfaatan limbah rumah tangga”.