Ramainya polemik penggunaan aplikasi dalam pembelian bahan bakar minyak bersubsidi Pertalite di tanah air semakin mengukuhkan, bahwa Minyak dan Gas Bumi masih merupakan komoditas vital yang memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Baru-baru ini, pemerintah melalui SKK Migas telah telah menetapkan target produksi minyak 1 juta barel minyak per hari (bopd) pada 2030 mendatang. Karenanya SKK Migas terus mendorong kegiatan pengeboran sumur pengembangan dalam rangka meningkatkan produksi migas nasional.
pengelolaan lingkungan
Diklat Pelaporan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan angkatan ke-12 diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari berbagai instansi & daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan diadakan di Gedung PSLH UGM Lantai 2 dan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 27 s.d. 29 November 2017. Pembukaan pelatihan oleh Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr Endang Astuti, M.Si.
Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut




Untuk foto-foto lainnya dapat diakses di Facebook Page PSLH UGM dengan klik link berikut :
Diklat Penyusunan UKL UPL angkatan ke-35 diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai instansi & daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan diadakan di Gedung PSLH UGM Lantai 2 dan dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 20 s.d. 25 November 2017.
Pembukaan pelatihan oleh Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr Endang Astuti, M.Si.
Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut


Untuk foto-foto lainnya dapat diakses di Facebook Page PSLH UGM dengan klik link berikut :
PSLH UGM menyelenggarakan Diklat Pelaporan Pengelolaaan & Pemantauan Lingkungan angkatan ke 11 yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 11 s.d. 13 September 2017 dan diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari Institusi Pemerintah & Swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan diadakan di gedung Lantai 2 PSLH UGM Yogyakarta. Pembukaan pelatihan diawali oleh sambutan dari Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr. Endang Astuti., M.Si.
Diklat PROPER angkatan ke-5 diikuti oleh 7 peserta yang berasal dari berbagai instansi & daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan diadakan di Gedung PSLH UGM Lantai 3 dan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 4 s.d. 7 September 2017.
Pembukaan pelatihan oleh Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr Endang Astuti, M.Si.
Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut =



Untuk foto-foto lainnya dapat diakses di Facebook Page PSLH UGM dengan klik link berikut :
Diklat Penyusunan UKL UPL angkatan ke-34 diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai instansi & daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan diadakan di Gedung PSLH UGM Lantai 3 dan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 21 s.d. 26 Agustus 2017.
Pembukaan pelatihan oleh Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr Endang Astuti, M.Si.
Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut




Untuk foto-foto lainnya dapat diakses di Facebook Page PSLH UGM dengan klik link berikut :
Diklat Kajian Lingkungan Hidup Strategis angkatan ke-14 diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari berbagai instansi & daerah yang ada di Indonesia.
Pelatihan diadakan di Gedung PSLH UGM Lantai 2 dan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 7 s.d. 11 Agustus 2017.
Pembukaan pelatihan oleh Kepala PSLH UGM Ir. Subaryono., MA., Ph.D didampingi oleh Koordinator Pelatihan PSLH UGM Dr Endang Astuti, M.Si.
Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut:




Untuk foto-foto lainnya dapat diakses di Facebook Page PSLH UGM dengan klik link berikut :
FOTO Diklat Kajian Lingkungan Hidup Strategis ke-14
Jakarta, 22 Agustus 2013. Hari ini, Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan tiga buku mengenai Program Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yaitu Buku “A Journey to Gold, Mencapai Proper Emas, Menyemai Kebajikan dan Melindungi Lingkungan” dan Buku “GREEN – Kumpulan Praktek Pengelolaan Lingkungan Terbaik Perusahaan Peraih Peringkat PROPER Hijau Tahun 2012” serta “Buku Mekanisme dan Kriteria PROPER”. Peluncuran buku ini dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA yang dihadiri pula oleh Anggota IV BPK RI, Dr. Ali Masykur Musa, MSi, M.Hum. Acara ini berbentuk Talk Show dipandu oleh Andi F. Noya dengan menghadirkan masyarakat penerima manfaat PROPER atau para local heroes yang telah mengimplementasikan prinsip prinsip ekonomi hijau dalam kehidupan sehari hari.
Kepala Pusat Studi Bencana (PSB) UGM, Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si. mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan kemungkinan terjadinya bencana alam yang jarang terjadi, seperti gempa bumi dan tsunami. Kesiapsiagaan terhadap bencana seperti gempa bumi atau tsunami penting dilakukan sehingga jika bencana tersebut terjadi akan mengurangi jumlah korban jiwa yang ditimbulkan.
Saat ini kemacetan tidak hanya menjadi problem yang terjadi di ibukota Indonesia saja. Yogyakarta, merupakan salah satu kota yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami hal yang sama. Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa dijumpai di Yogyakarta. Hampir di ruas-ruas jalan utama kemacetan terjadi setiap saat mulai dari pagi hingga malam hari. Dan diperkirakan dalam waktu 15 tahun ke depan akan terjadi kemacetan parah apabila tidak segera ditangani dengan sungguh-sungguh.
Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo merupakan desa yang berada di lereng Gunung Sindoro (sebelah utara/timur laut) sekaligus di bawah Gunung Sumbing (sebelah timur/tenggara), dengan ketinggian sekitar 1200-1300 meter di atas permukaan laut (dpl). Kapencar memiliki banyak keunikan dan memerlukan penelusuran guna mengetahui landasan konsep tata permukimannya.
Diah Ekowati dan Mochamad Nasir
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, Ir. Asda Rauf, M.Si dinyatakan lulus dan mendapat derajat gelar doktor Bidang Ilmu Geografi UGM, setelah melaksanakan ujian terbuka di Auditorium Gedung A Fakultas Geografi UGM, Sabtu (20/10). Mempertahankan desertasi “Model Rehabilitasi Lahan Dalam Rangka Manajemen Lahan Pertanian, perempuan kelahiran Gorontalo 6 Juli 1962, ini dalam ujiannya didampingi promotor Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S dan ko-promotor Dr. Slamet Suprayogi, M.S.
Pupuk kimia kerap kali digunakan petani untuk meningkatkan hasil pertanian ataupun perkebunan. Meskipun dapat meningkatkan produksi pertanian, penggunaan pupuk kimia menyebabkan kerusakan lingkungan dengan menyumbangkan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap kejadian pemanasan global.
Pelaksanaan konservasi lahan merupakan program yang harus dilaksanakan, tetapi dengan melihat kondisi petani umumnya di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tergolong rendah tingkat ekonominya, maka langkah yang harus diambil adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi petani di hulu DAS. Hal ini antara lain bisa dicapai dengan memperkenalkan penerapan teknologi konservasi tanah melalui sistem usaha tani terpadu, yaitu mengkombinasikan tanaman pangan, tanaman keras dan peternakan yang sesuai dengan kaidah konservasi tanah.
Penggunaan pranata mangsa terbukti masih relevan digunakan sebagai pedoman penangkapan ikan meskipun terjadi perubahan iklim. Kendati begitu, dibutuhkan sejumlah penyesuaian dan perubahan dari pranata mangsa yang selama ini digunakan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Suwarman Partosuwiryo, API, MM., saat ujian terbuka program doktor Fakultas Pertanian UGM, Senin (13/8) di kampus setempat.
Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 24 Juli lalu diketahui menimbulkan kerugian beberapa rumah hanyut, ratusan rumah terendam dan pengungsi mencapai 1.200 jiwa. UGM mengirimkan tim peneliti untuk meneliti faktor penyebab banjir serta membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi peristiwa serupa. Selama dua hari, 28-29 Juli, dari hasil temuan tim menduga bahwa banjir bandang tersebut terjadi akibat bendung alam di aliran sungai Limau Manis yang ada di bukit barisan. “Dugaan kami, sungai limau manis mengalami pembendungan alam akibat erosi,” kata Dr. Salahuddin Husein kepada wartawan, Senin (13/8).
Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM akan menyelenggarakan Forum Diskusi Ilmiah dan Kajian Kebijakan: Lingkungan dan Biodiversitas dalam rangkaian Universitas Gadjah Mada Research Week 2012. Tujuan penyelenggaraan Forum Diskusi Ilmiah dan Kajian Kebijakan ini adalah sebagai wahana informasi – interaksi mengenai pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.411688485550104.122429.185936071458681&type=1
Tuntutan masyarakat dan pemerintah terhadap informasi status gunungapi sesaat dan prakiraan ke depan sangat terasa, terutama pada saat gunungapi menunjukkan gejala aktivitasnya. Sudah barang tentu para peneliti atau pakar kegunungapian harus berusaha untuk menjawab dengan pengetahuan yang dikuasainya sesuai hasil analisis data yang sudah dikumpulkan. “Dalam hal ini, kita telah belajar banyak dari perilaku gunungapi Merapi. Krisis erupsi Merapi oktober – November 2010 lalu, telah membuat kita semua berfikir, berkoordinasi, menetapkan status dan bertindak secara sistimatis,” ungkap Prof. Dr. Kirbani Sri Brotopuspito, di ruang Balai Senat, Kamis (5/4) saat dikukuhkan ebagai Guru Besar Bidang Ilmu Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.
Sekitar 87,28% luas lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Secang, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta, yang telah digunakan sebagai lahan perkebunan campuran dan tegalan merupakan lahan yang kondisinya riskan untuk terjadi erosi. Bahkan potensi terjadinya limpasan permukaan, aliran permukaan dan erosi di sepanjang DAS tersebut sangat tinggi. Hal itu dikemukakan Dosen Fakultas Geografi UGM, Suprapto Dibyosaputro, dalam ujian doktor di fakultas Geografi UGM, Sabtu (25/2).
UGM menerima bantuan 500 bibit pohon Meranti Merah (Shorea leprosula) dari PT. Astra Internasional, Senin (20/2). Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan penanaman bibit pohon oleh Ketua AFCO (Astra Affiliated Company) Yogyakarta, Abed Mesah dan Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., diikuti sejumlah pejabat di kedua belah pihak di Area Konservasi Selatan Kampus Diploma Ekonomika dan Bisnis UGM.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan merupakan tempat penampungan sampah yang telah beroperasi sejak tahun 1995 dan merupakan TPA terbesar di Yogyakarta. TPA Piyungan terletak di kabupaten Bantul mencakup 12,5 hektar, dengan 10 ha untuk pembuangan sampah dan 2,5 ha untuk fasilitas kantor. Sampah di TPA tersebut bersumber dari Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman.
Penyusunan rencana pengaturan kelestarian hutan (RPKH) yang dijadikan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan hutan di Jawa oleh Perhutani rupanya tidak menunjukkan perubahan substansial yang mendasar sebagai suatu sistem perencanaan sumber daya hutan intergralistik. Hal ini dapat dilihat tidak dilibatkannya masyarakat dalam pengelolaan hutan.
Staf khusus Presiden untuk perubahan iklim Agus Purnomo mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama ini terbuka untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk penjagaan hutan dan pelestarian lingkungan. “Presiden berterima kasih dengan berbagai laporan dan hasil pemantauan kerusakan hutan dan ancaman terhadap satwa yang dilindungi. Presiden selama ini terbuka untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk penjagaan hutan dan pelestarian lingkungan,” kata Agus Purnomo di Jakarta, Jumat.
Sepanjang tahun 2011, konflik lingkungan masih terus terjadi, bahkan mengalami peningkatan. “Sampai dengan 30 November 2011, tercatat ada 102 konflik sumber daya alam,” ungkap Mukri Friatna, Kepala Departemen Kampanye dan Advokasi Walhi. Ditemui dalam konferensi pers evaluasi akhir tahun Greenpeace, Kamis (22/1/2011) di Jakarta, Mukri mencontohkan pencemaran lingkungan, hingga Januari 2011 tercatat 79 kasus. “Angka konflik terbesar dipimpin oleh kebun kelapa sawit dan pertambangan. Jadi, pelakunya masih sama,” jelas Mukri sambil mengungkapkan konflik itu pun belum mencakup wilayah yang tidak terekspos.
Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan PSLH-UGM pada Senin, 28 November 2011, melaksanakan workshop Kepemimpinan Daerah yang Berwawasan Lingkungan. Workshop yang dilaksanakan di Hotel Santika, Yogyakarta, ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen para kepala daerah, anggota DPRD, dan kepala instansi lingkungan hidup, serta stakeholders dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Kota semarang saat ini telah mengalami deindustrialisasi. Akibat dari dampak urbanisasi berlebih, dimana tingkat urbanisasi tidak diimbangi tingkat industrialisasi. Bahkan, kepadatan penduduk kota semarang juga telah menyebabkan daya dukung lingkungan dan daya tampung sosial menjadi rendah. Hal itu dikemukan Dosen Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang, Ir. Saratri Wilonoyudho, M.Si., dalam ujian terbuka promosi doktor bidang prodi Ilmu Kependudukan Sekolah Pascasarjana UGM yang berlangsung di ruang auditorium Fakultas Geografi, Sabtu (19/11).
Bagi kebanyakan orang, tulang ikan hanya dipandang sebelah mata. Limbah ikan ini belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya berakhir di tempat sampah. Padahal, di dalamnya memiliki kandungan kalsium tinggi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan kalsium bagi manusia. Kenyataan tersebut menggerakkan dua mahasiswa Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Sari Asrini dan Dwi Retno Wulandari, untuk mengolah limbah di bidang perikanan itu menjadi suatu produk makanan yang bernilai gizi tinggi. Mereka kemudian berinovasi dengan limbah tulang ikan dan menciptakan makanan ringan berbentuk chips/keripik berbahan tulang ikan yang diberi label Fish Bone Calcium Chips atau sering disebut FB Calchips.
Saat ini, berbagai wilayah di dunia tengah dilanda krisis energi, keterbatasan pasokan air, hingga ancaman tata ruang dan wilayah yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dengan kondisi tersebut, pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan mendesak untuk dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Center for Natural Resources and Development (CNRD) di UGM, Selasa (25/10).
Keberadaan sabodam yang dibangun di sepanjang sungai di sekitar hulu Gunung Merapi tidak hanya mampu menjalankan fungsinya sebagai penahan aliran lahar dingin, tetapi juga berhasil meminimalisasi bahaya dampak kerugian banjir lahar yang lebih besar. Kendati bencana erupsi Merapi akhir tahun lalu menyebabkan hampir semua sabodam mengalami kerusakan dan menampung material lahar melebihi kapasitas, pemerintah dalam waktu dekat belum berencana melakukan pembangunan sabodam baru.
Warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, yang berjumlah lebih dari lima ribu penduduk, belum dapat mengoptimalkan hasil pertaniannya, seperti padi, kedelai, dan jagung. Masyarakat setempat selama ini masih bertani ataupun berwirausaha secara tradisional. Akibatnya, hasil pertanian dan wirausaha yang digeluti menjadi tidak maksimal.
Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan kawasan bantaran sungai menjadi taman untuk menjaga konservasi air dan lingkungan alam. “Kami akan mengembangkan kawasan sekitar aliran Sungai Opak yang melewati wilayah kami menjadi taman dan hutan yang berfungsi menjaga konservasi air dan lingkungan,” kata Camat Berbah Krido Suprayitno, Rabu (29/6).
Dalam rangka memperkuat kerjasama di bidang lingkungan hidup antara Indonesia dan AS, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menandatangani Nota Kesepahaman (Mou) dengan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (Environmental Protection Agency – EPA) AS di Jakarta, Selasa, (27/6). Melalui MoU ini, KLH dan EPA akan berkerjasama dalam pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkesinambungan. Dalam penandatangan tersebut, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mewakili KLH, sedangkan Duta Besar AS Scot Marciel mewakili Kepala EPA Lisa P. Jackson.
Hingga kini, hampir sebagian besar sumur penduduk di wilayah Kota Yogyakarta masih tercemar E-Coli (Escherichia coli). Bahkan berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta tahun ini diprediksikan masih 70 persen dari total sumur milik penduduk yang tercemar bakteri tersebut.
Proses pelibatan masyarakat hukum adat dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Manokwari belum optimal. Pada umumnya, pelibatan masyarakat bersifat formalitas belaka. Hanya kepala suku atau tokoh adat yang disertakan, sementara para pemangku hak tidak dilibatkan dalam perencanaan, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Manokwari, Roberth K.R. Hammar, S.H., M.H., dalam ujian terbuka untuk memperoleh gelar doktor di Fakultas Hukum UGM, Kamis (16/6).
Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan pemerintah segera menerbitkan tiga peraturan pemerintah (PP) terkait lingkungan. “Dalam waktu tiga bulan akan terbit tiga PP, yakni PP tentang Sampah, PP tentang Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan sanksi Administrasi, serta PP tentang Lingkungan,” kata Menteri LH kepada wartawan usai memberikan kuliah umum tentang lingkungan hidup di kampus Universitas Mulawarman Samarinda, Selasa (14/6).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerjasama dengan pemerintah Swedia untuk mengembangkan teknik pembangunan berkelanjutan di Indonesia guna menerapkan sistem teknis konstruksi yang ramah lingkungan.
Swedia dikenal sebagai salah satu negara yang paling peduli dengan lingkungan hidup baik dari sisi konstruksi pembangungan maupun dalam hal keseharian masyarakat.
Masyarakat di sekitar hutan memiliki konsep konservasi atas lingkungan sendiri yang memungkinkan dilakukan langkah-langkah pemeliharaan hutan seiring dengan upaya konservasi yang kini tengah digalakkan oleh pemerintah. Tanpa pelestarian hutan, ada kecenderungan terjadinya penebangan liar untuk memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat akan komoditas hutan komersial. Oleh karena itu, budaya kearifan lokal dalam pelestarian hutan oleh masyarakat harus diakui dan dipertahankan keberadaannya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6/2011), menyerahkan penghargaan tahunan Kalpataru dan Adipura 2011 kepada sejumlah daerah di Indonesia. Penyerahan penghargaan disaksikan oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, serta pejabat tinggi negara lainnya.
Kebijakan pemulihan perumahan dan permukiman pasca gempa bumi 27 Mei 2006 bertujuan untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa yang lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis beserta sarana dan prasarana pendukungnya.
Pemerintah merilis peta ekoregion nasional guna melindungi ekosistem dan mengelolaan lingkungan hidup Indonesia. Hadirnya peta ini diharapkan bisa menjadi pedoman para lembafan dan instansi pemangku kebijakan dalam perencanaan pembangunan dan penataaan ruang dengan tidak mengesampingkan aspek pelestarian lingkungan hidup.
Peraturan pemerintah (PP) tentang perizinan lingkungan terjegal kepentingan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perindustrian. Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengakui, banyak kepentingan dalam pembuatan PP tersebut. Dia menjelaskan, akibat banyaknya usulan itu maka PP yang seharusnya selesai 2010 hingga kini masih menjalani pembahasan. Hingga kini, PP itu masih tertahan di Kementerian Hukum dan HAM.
Pusat Kerja Sama Lingkungan Tiongkok-ASEAN kemarin (24/05) diresmikan di Beijing. Upacara pembukaan itu dihadiri oleh pejabat terkait dari Tiongkok dan ASEAN. Di depan upacara pembukaan itu Menteri Pelestarian Lingkungan Tiongkok, Zhou Shengxian mengusulkan kedua pihak mengadakan dialog dan kerja sama yang pragmatis di berbagai bidang.
Akhirnya, reklamasi pantai di depan Benteng Rotterdam dihentikan. Polrestabes Makassar memasang police line mengelilingi lokasi proyek yang diduga melanggar itu. Menurut Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muh Nur Syamsu yang dihubungi via selularnya Kamis (19/5), pemberian garis polisi tersebut dilakukan untuk memperlancar proses penyelidikan.
Dua situ di Kota Tangsel disebut sudah berubah fungsi menjadi perumahan. Kedua situ tersebut yakni Situ Ciantap dan Situ Gintung, di Kecamatan Ciputat Timur. Keadaan ini mesti diwaspadai semua kalangan. Lantaran fungsi situ tersebut merupakan lahan untuk sarapan air untuk menangkal banjir.
Untuk menjelaskan berbagai permasalahan yang menyangkut usaha sarang burung wallet, digelar sosialisasi di aula RT 63 Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI) Balikpapan Tengah. Lurah GSI Nurka SSos menjelaskan, sosialisasi sarang burung walet bertujuan mengenai pembangunan sarang bulung walet di lingkungan RT 63 Kelurahan GSI. “Pengusaha sarang memiliki rencana pembuatan sarang di daerah sekitar,” tegas Nurka.
Dengan sistem desentralisasi, pemerintah pusat saatnya menyerahkan hak kekuasaan pengelolaan sumberdaya alam kepada pemerintah daerah. “Karena itu, tanggungjawab pemerintah daerah untuk pembangunan daerahnya sangat besar baik provinsi maupun kabupaten,” jelas Mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim pada Seminar Nasional Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut bekerjasama dengan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam-SPs Universitas Sumatera Utara dan Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan (Perwaku) DPW Sumut di Hotel Madani, Kamis (19/5).
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyesalkan terbitnya Inpres moratorium hutan alam primer dan lahan gambut yang tidak mengakomodasi kepentingan dunia usaha. Apalagi, menurut Ketua GAPKI, Joko Supriyono, pemerintah melarang pemanfaatan Areal Penggunaan Lain (APL) seluas dua juta hektare di lahan gambut seluas 2 juta ha. “Kalau demikian, di mana lagi pengusaha dan petani akan mengembangkan perkebunan,” katanya.
From Kolokium Kendeng, posted by Aditya L Ramadona on 5/09/2011 (4 items)
Generated by Facebook Photo Fetcher
Kota Semarang merupakan satu diantara kota besar di Indonesia, memiliki luas wilayah 373,4 km2 dengan jumlah penduduk 1.481.460 jiwa (2008). Ditinjau dari kondisi geografis di bagian selatan terdiri dari perbukitan struktural denudasional dan perbukitan vulkanik, sedangkan dataran aluvial terletak di bagian utara.
Indonesia berpeluang menjadi pemimpin global dalam perubahan iklim bila sukses mengimplementasikan REDD, kata Administrator Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) Helen Clark. “Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi pemimpin global dalam perubahan iklim. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menetapkan jadwal untuk mengurangi emisi, dan hanya tercapai bila REDD diimplementasikan,” katanya di Jakarta dalam wawancara khusus dengan ANTARA.
From Bapedalda Morotai, posted by Aditya L Ramadona on 4/18/2011 (3 items)
Generated by Facebook Photo Fetcher
Komunitas Kali Boyong Selatan (KKBS) bersama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Yogyakarta III, pada Senin, 4 April 2011, mengadakan kegiatan Sarasehan “Kualitas dan Kuantitas Air di Sekitar Kita”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2011, sekaligus untuk berdiskusi dan mengkaji secara bersama-sama, dampak erupsi Gunungapi Merapi terhadap kualitas dan kuantitas air tanah di sekitarnya.
Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2011 yang diperingati di Indonesia setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia akan menyelenggarakan “Pekan Lingkungan Indonesia ke-15 Tahun 2011.” Kegiatan ini menampilkan potensi dan program tata kelola lingkungan yang telah dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan terutama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup, serta Pemerhati Lingkungan. Kegiatan ini juga sebagai sarana promosi dan publikasi berbagai produk dan jasa di bidang pengelola lingkungan.
Suasana nyaman dan sejuk terasa ketika suatu saat kita berjalan kaki di lingkungan kampus UGM, terutama di sekitar Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian dan Fisipol. Di jalur trotoar seputar beberapa fakultas tersebut kita akan dimanjakan dengan hadirnya penutup kanopi sehingga aman dari panas maupun hujan. Ya memang saat ini UGM tengah berupaya mengembangkan kampus educopolis, yaitu suatu lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran dalam konteks pengembangan kolaborasi multidisiplin dan tanggap terhadap isu ekologi demi mencapai visi universitas.
UGM sudah lama dikenal dengan julukan “Kampus Biru”, yang tenar karena novel karangan Ashadi Siregar. kini kampus ini sedang terus merintis untuk menjadi hijau. Soal “biru” dan “hijau” ini tentu saja bukan sekadar masalah warna. Kampus hijau yang sedang terus dibangun adalah konsep area pendidikan, yang memperhatikan isu-isu lingkungan di dalamnya. Tidak mengherankan apabila UGM kini menerapkan sejumlah kebijakan, yang memang diarahkan untuk mendukung upaya menjadi kampus ramah lingkungan itu.
Daerah perkotaan atau urban umumnya memiliki masalah seputar pembuangan limbah yang begitu besar. Oleh karena itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sarana penting dalam menjaga stabilitas kebersihan kota dengan kepadatan penduduknya. Kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti Yogyakarta, tentu harus memiliki kebijakan seputar penataan kota dengan berwawasan lingkungan, khususnya peraturan dalam pengelolaan limbah atau sampah.
Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya radiasi nuklir Jepang. Pasalnya arah angin tidak berhembus ke arah Indonesia melainkan ke arah timur Jepang.
Sebagian besar longsor yang terjadi di Indonesia biasanya berupa aliran debris dan banjir bandang. Peristiwa longsor dari tahun ke tahun semakin berisiko karena dapat dipastikan setiap tahun terjadi bersamaan dengan datangnya musim hujan . Dalam beberapa waktu terakhir jumlah kejadian longsor semakin besar intensitasnya dan cakupan dampaknya semakin luas terutama di kawasan gunung api yang sudah tidak aktif.
Bertempat di Ruang Pelatihan Lt.3 PSLH-UGM, Senin 7 Maret 2011, tepat pada pukul 09.00 WIB, telah dilakukan Pembukaan Pelatihan Dasar Pengelolaan Lingkungan Terpadu oleh Wakil Kepala Bidang Pengembangan Program dan Kegiatan PSLH-UGM, Dr. Eko Sugiharto, DEA. Pelatihan Dasar Pengelolaan Lingkungan Terpadu ini akan dilaksanakan selama 12 hari, dari tanggal 7 sampai dengan 19 Maret 2011.